Penyakit jantung kini makin banyak diderita orang berusia produktif.
Meski begitu sebenarnya penyakit ini bisa dicegah. Berikut adalah
beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan jantung.
Di Usia 20 Tahun
- Kurangi kalori
Ganti
kebiasaan Anda mengonsumsi yang berkadar gula tinggi seperti minuman
bersoda, jus atau sport drink dengan air putih. Penelitian menunjukkan
orang yang memperoleh asupan kalori dari gula tambahan biasanya kurang
mengonsumsi serat, kalsium, zat besi, dan vitamin dari makanan mereka.
Makanan dan minuman yang mengandung banyak gula juga akan menyebabkan
kita kegemukan sehingga lebih beresiko pada tekanan darah tinggi dan
diabetes.
- Berhenti merokok
Berhenti merokok merupakan
langkah utama untuk melindungi jantung. Di usia remaja, merokok dianggap
sebagai hal yang keren, namun di usia 20-an, banyak orang yang merokok
untuk menghilangkan stres. Menurut Malissa Wood, dari American Heart
Association berhenti merokok di usia 20 tahun jauh lebih mudah di
banding di usia selanjutnya.
- Ketahui riwayat keluarga
Bila
ayah menderita serangan jantung sebelum usia 55 tahun dan ibu sebelum
65 tahun, atau ada anggota keluarga yang mati muda karena penyakit
jantung, risiko Anda akan menjadi tinggi.
Di Usia 30 Tahun
- Jaga berat badan
Di
usia 30 tahun biasanya tingkat ekonomi seseorang mulai mapan. Pastikan
Anda tidak terlena dengan melupakan kesehatan. Lakukan olahraga secara
rutin dan jaga asupan kalori.
- Kelola stres
Lakukan
aktivitas yang Anda sukai setidaknya 15-20 menit setiap hari. Misalnya
saja meditasi, membaca buku, atau bermain bersama hewan peliharaan.
Kegiatan yang membuat Anda lebih rileks sangat disarankan untuk
meredakan stres.
- Tes kesehatan
Lakukan pemeriksaan darah
untuk mengetahui apakah kadar kolesterol dan gula darah Anda sesuai
standar normal. Selain itu ukur pula tekanan darah dan berat badan
secara teratur. Konsultasikan pada dokter langkah-langkah yang
diperlukan bila hasil pemeriksaan Anda di luar batas normal.
SUMBER : http://www.dechacare.com/
Add to Cart
More Info
Senin, 09 Januari 2012
Kiat Melindungi Jantung di Usia 20 dan 30 Tahun
Data 7 Makanan Pendongkrak Daya Tahan Tubuh
1. Tiram
Benarkah tiram mengandung zat yang merangsang birahi, atau meningkatkan
kekebalan tubuh? Mungkin keduanya benar. Tiram mengandung mineral seng
(zinc). Penelitian menunjukkan, asupan seng yang rendah berkaitan
dengan infertilitas pria. Selain itu, kandungan mineral seng dalam
tiram memiliki efek antivirus. Meski penelitian belum dapat menjelaskan
prosesnya, mineral seng terbukti berperan besar dalam sistem imun,
termasuk dalam penyembuhan luka.
2. Semangka
Selain mengandung banyak cairan dan menyegarkan, semangka yang telah
Selain mengandung banyak cairan dan menyegarkan, semangka yang telah
matang juga memiliki kandungan antioksidan dan glutathione yang tinggi.
Glutathione dikenal dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh
sehingga dapat memerangi infeksi. Glutathione sendiri ditemukan dalam
daging buah semangka yang merah.
3. Kubis
Selain semangka, kubis juga merupakan salah satu sumber glutathione
3. Kubis
Selain semangka, kubis juga merupakan salah satu sumber glutathione
yang berguna memperkuat sistem kekebalan. Kubis mudah ditemukan di
setiap musim dan harganya murah. Cobalah menambahkan beberapa jenis
kubis (putih, merah, china) pada sup dan minuman untuk meningkatkan
nilai gizi dan sumber antioksidan dalam makanan Anda.
4. Kacang Almond
Tahukah Anda, bila mengalami stres, maka hal itu sama artinya dengan
4. Kacang Almond
Tahukah Anda, bila mengalami stres, maka hal itu sama artinya dengan
menurunkan kekebalan tubuh? Cobalah segenggam almond untuk
mengatasinya. Anda disarankan mengonsumsi 1/4 cangkir almond karena
dalam takaran tersebut sudah mengandung 50 persen dari jumlah vitamin E
yang dibutuhkan tubuh untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan.
Almond juga mengandung riboflavin dan niacin, vitamin B yang dapat
membantu Anda bangkit kembali dari dampak stres.
5. Jeruk Grapefruit
Kandungan vitamin C dalam grapefruit sangat tinggi dan baik untuk
5. Jeruk Grapefruit
Kandungan vitamin C dalam grapefruit sangat tinggi dan baik untuk
tubuh. Namun, hingga saat ini, riset belum dapat membuktikan bahwa Anda
dengan mudah mencukupi kebutuhan vitamin C melalui makanan saja, tanpa
suplemen, untuk membantu mengobati flu atau pilek. Meski begitu, jeruk
grapefruit dapat menjadi pilihan karena mengandung flavonoid (senyawa
kimia alami yang berguna meningkatkan sistem kekebalan tubuh). Tidak
suka jeruk grapefruit? Anda bisa coba jeruk biasa atau tangerin (jeruk
keprok).
6. Wheat Germ
Wheat germ adalah bagian inti dari benih gandum yang kaya akan zat
6. Wheat Germ
Wheat germ adalah bagian inti dari benih gandum yang kaya akan zat
gizi. Kandungan yang terdapat di wheat germ di antaranya adalah mineral
seng, antioksidan, dan vitamin B; serta vitamin dan mineral penting
lainnya. Wheat germ juga mengandung campuran serat, protein, dan
beberapa lemak yang baik.
7. Yoghurt Rendah Lemak
Secangkir yoghurt setiap hari dapat menghindari tubuh Anda dari
7. Yoghurt Rendah Lemak
Secangkir yoghurt setiap hari dapat menghindari tubuh Anda dari
kedinginan. Carilah label yoghurt yang menuliskan "bakteri hidup dan
kultur aktif". Beberapa peneliti percaya bahwa yoghurt dapat merangsang
sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit. Selain itu, studi
terbaru tentang vitamin D terbaru telah menemukan hubungan antara kadar
vitamin D rendah dan meningkatnya risiko kedinginan dan terkena flu.
Sumber : http://www.dechacare.com/
Add to Cart
More Info
Sumber : http://www.dechacare.com/
10 Makanan Tersehat
1. Lemon Mengapa sehat? Di dalam buah ini terdapat lebih dari 100 persen vitamin C yang
kita butuhkan setiap hari. Vitamin C berfungsi meningkatkan kadar
kolesterol “baik” HDL dan memperkuat tulang. Plus, flavonoid yang
terkandung dalam lemon bisa menekan pertumbuhan sel kanker dan berperan
sebagai senjata antiperadangan. Tips: Tambahkan potongan lemon dalam teh
hijau. Sebuah studi dari Purdue Univrsity menemukan, citrus mampu
menaikkan kemampuan tubuh menyerap antioksidan dalam teh hingga 80
persen.
2. Brokoli Mengapa
sehat? Satu tangkai brokoli ukuran sedang mengandung lebih dari 100
persen vitamin K yang dibutuhkan setiap hari, dan hampir 200 persen
dosis vitamin C yang dianjurkan. Kedua nutrisi ini sangat penting dalam
pembentukan tulang kita. Porsi brokoli yang sama juga mampu menjadi
tameng kanker yang ampuh.
Tips:
Gunakan microwave untuk mempertahankan 90 persen kandungan vitamin C
dalam brokoli. Teknik mengukus atau merebus hanya dapat bisa
mempertahankan nutrisi sebanyak 66 persen.
3. Cokelat hitam Mengapa
sehat? Mengonsumsi 7 gram cokelat hitam setiap hari bisa menurunkan
tekanan darah. Bubuk kakao sangat kaya akan flavonoid, yaitu antioksidan
yang baik dalam menekan kolesterol “jahat” LDL dan meningkatkan
kolesterol “baik” HDL.
Hal
ini dibuktikan dalam studi yang dipublikasikan dalam Journal of
Agricultural and Food Chemistry yang melaporkan bubuk kakao yang dijual
kini memiliki flavonoid delapan kali lebih banyak dibandingkan kokoa
konvensional. Tips: Cokelat hitam batangan mengandung 53,5 mg flavonoid,
sedangkan cokelat susu batangan hanya memiliki flavonoid kurang dari 14
mg.
4. Kentang Mengapa
sehat? Kentang merah memiliki 66 mikrogram folat pembentuk sel, yang
sama jumlahnya dengan yang ditemukan dalam 30 gram bayam dan 91 gram
brokoli. Dalam satu buah ubi manis mengandung vitamin A lebih banyak
delapan kali lipat dari kebutuhan harian kita. Vitamin ini bermafaat
melawan kanker dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Tips:
Biarkan kentang dingin terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Penelitian
menemukan kebiasaan ini akan membantu kita membakar lemak lebih banyak
25 persen usai makan.
5. Salmon Mengapa
sehat? Sumber daya alam dari laut ini sangat kaya akan kandungan asam
lemak Omega-3 yang berkhasiat menurunkan risiko depresi, penyakit
jantung, dan kanker. Menyantap 85 gram salmon sudah dapat memberikan 50
persen niacin yang dibutuhkan per hari. Niacin berfungsi melindungi kita
dari serangan alzheimer dan pikun. Tips: Untuk hasil yang maksimal,
pilih salmon liar ketimbang yang dibudidayakan.
6. Kenari Mengapa
sehat? Kenari mengandung asam lemak Omega-3, penurun kolesterol, paling
banyak dari kelompok kacang yang lain. Plus, Omega-3 juga didaulat
sebagai peningkat mooddan pelawan kanker. Tips: Asup sedikit kacang
kenari sebagai makanan penutup. Kandungan antioksidan melatonin dalam
kenari akan membantu mengatur jam tidur kita.
7. Avokad Mengapa
sehat? Lemak dalam avokad terbukti sehat dan dapat menurunkan koleterol
hingga 22 persen. Satu buah avokad memiliki lebih dari 50 persen serat
dan 40 persen folat yang kita perlukan setiap hari, yang nantinya akan
menekan risiko penyakit jantung. Tips: Menambahkan avokad dalam piring
salad akan meningkatkan penyerapan nutrisi kunci, seperti beta-karoten,
hingga 3-5 kali dibandingkan salad tanpa avokad.
8. Bawang putih Mengapa
sehat? Rempah satu ini punya kekuatan pelawan penyakit yang ampuh,
bawang putih mampu menekan perkembangan bakteri,
termasuk Ecoli. Kandungan allicin dalam bumbu masak ini bekerja sebagai
zat antiperadangan dan membantu menurunkan kadar kolesterol dan tekanan
darah.
Tips:
Hancurkan bawang putih segar untuk mendapatkan allicin terbaik. Jangan
terlalu lama, paparan suhu panas lebih dari 10 menit akan membuat
nutrisi baik dalam bawang putih menghilang.
9. Bayam Mengapa
sehat? Lutein dan zeaxanthin dalam bayam merupakan dua antioksidan
peningkat sistem imun ini sangat baik bagi kesehatan mata. Studi yang
dilakukan di Center for Eye Research di Australia menemukan, diet kaya
kedua nutrisi di atas akan menurunkan risiko katarak. Dibanding semua
buah dan sayuran pelawan kanker, bayam adalah salah satu “senjata”
paling efektif.
Tips:
Karena tidak berasa, tambahakan bayam dalam smoothie. Cara: campurkan
30 gram bayam, 110 gram wortel parut, 1 buah pisang, 1 cangkir jus apel
dan es batu dalam blender hingga tercampur rata.
10. Polong-polongan Mengapa
sehat? Mengonsumsi satu porsi polong-polongan (kacang polong, lentil)
empat kali seminggu bisa menurunkan risiko penyakit jantung hinga 22
persen. Kebiasaan yang sama juga bisa menurunkan risiko kanker payudara.
Tips:
Semakin gelap warnanya, semakin banyak pula kandungan antioksidan dalam
polong-polongan tersebut. Sebuah studi menemukan, kacang berwarna hitam
mengandung antioksidan 40 kali lebih banyak dibanding kacang berwarna
putih.
Sumber : http://www.dechacare.com/
Add to Cart
More Info
Senin, 19 Desember 2011
Macam-Macam Obat dan Tujuan Penggunaannya
Dalam penggunaannya, obat mempunyai berbagai macam bentuk. Semua bentuk obat mempunyai karakteristik dan tujuan tersendiri. Ada zat yang tidak stabil jika berada dalam sediaan tablet sehingga harus dalam bentuk kapsul atau ada pula obat yang dimaksudkan larut dalam usus bukan dalam lambung. Semua diformulasikan khusus demi tercapainya efek terapi yang diinginkan. Ketikapun bagi kita yang berpraktek di apotek, maka perlu diperhatikan benar etiket obat yanbg dibuat. Misalnya tablet dengan kaplet itu berbeda, atau tablet yang harus dikunyah dulu (seperti obat maag golongan antasida), seharusnyalah etiket obat memuat instruksi yang singkat namun benar dan jelas. Jangan sampai pasien menjadi bingung dengan petunjuk etiket obat. Oleh karena itu penting sekali bagi kita semua untuk mengetahui bentuk sediaan obat.
1. Pulvis (serbuk)
Merupakan campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan, ditujukan untuk pemakaian luar.
2. Pulveres
Merupakan serbuk yang dibagi bobot yang kurang lebih sama, dibungkus menggunakan bahan pengemas yang cocok untuk sekali minum.Contohnya adalah puyer.
3. Tablet (compressi)
Merupakan sediaan padat kompak dibuat secara kempa cetak dalam bentuk tabung pipih atau sirkuler kedua permukaan rata atau cembung mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa bahan tambahan.
a. Tablet kempa
paling banyak digunakan, ukuran dapat bervariasi, bentuk serta penandaannya tergantung desain cetakan.
b. Tablet cetak
Dibuat dengan memberikan tekanan rendah pada massa lembab dalam lubang cetakan
c. Tablet trikurat
tablet kempa atau cetak bentuk kecil umumnya silindris. sudah jarang ditemukan
d. Tablet hipodermik
Dibuat dari bahan yang mudah larut atau melarut sempurna dalam air. Dulu untuk membuat sediaan injeksi hipodermik, sekarang diberikan secara oral.
e. Tablet sublingual
dikehendaki efek cepat (tidak lewat hati). Digunakan dengan meletakan tablet di bawah lidah.
f. Tablet bukal
Digunakan dengan meletakan diantara pipi dan gusi
g. tablet Effervescent
Tablet larut dalam air. harus dikemas dalam wadah tertutup rapat atau kemasan tahan lembab.
Pada etiket tertulis "tidak untuk langsung ditelan"
h. Tablet kunyah
Cara penggunaannya dikunyah. Meninggalkan sisa rasa enak dirongga mulut, mudah ditelan, tidak meninggalkan rasa pahit atau tidak enak.
4. Pil (pilulae)
Merupakan bentuk sediaan padat bundar dan kecil mengandung bahan obat dan dimaksudkan untuk pemakaian oral. Saat ini sudah jarang ditemukan karena tergusur tablet dan kapsul. Masih banyak ditemukan pada seduhan jamu.
5. Kapsul (capsule)
Merupakan sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut. keuntungan/tujuan sediaan kapsul adalah :
a. menutupi bau dan rasa yang tidak enak
b. menghindari kontak langsung dengan udara dan sinar matahari
c. Lebih enak dipandang (memperbaiki penampilan)
d. Dapat untuk 2 sediaan yang tidak tercampur secara fisis (income fisis), dengan pemisahan antara lain menggunakan kapsul lain yang lebih kecil kemudian dimasukan bersama serbuk lain ke dalam kapsul yang lebih besar.
e. Mudah ditelan
6. Kaplet (kapsul tablet)
Merupakan sedian padat kompak dibuat secara kempa cetak, bentuknya oval seperti kapsul.
7. Larutan (solutiones)
Merupakan sedian cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang dapat larut, biasanya dilarutkan dalam air, yang karena bahan-bahannya,cara peracikan, atau penggunaannya,tidak dimasukan dalam golongan produk lainnya. Dapat juga dikatakan sedian cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang larut, misalnya terdispersi secara molekuler dalam pelarut yang sesuai atau campuran pelarut yang saling bercampur. Cara penggunaannya yaitu larutan oral (diminum) dan larutan topikal (kulit).
8. Suspensi (suspensiones)
Merupakan sedian cair mengandung partikel padat tidak larut terdispersi dalam fase cair. macam suspensi antara lain : suspensi oral (juga termasuk susu/magma),suspensi topikal (penggunaan pada kulit) suspensi tetes telinga (telinga bagian luar),suspensi optalmik,suspensi sirup kering.
9. Emulsi (elmusiones)
Merupakan sediaan berupa campuran dari dua fase dalam sistem dispersi, fase cairan yang satu terdispersi sangat halus dan merata dalam fase cairan lainnya, umumnya distabilkan oleh zat pengemulsi.
10. Galenik
Merupakan sediaan yang dibuat dari bahan baku yang berasal dari hewan atau tumbuhan yang disari.
11. Ekstrak (extractum)
Merupakan sediaan yang pekat yang diperoleh dengan mengekstraksi zat dari simplisisa nabati atau simplisia hewani menggunakan zat pelarut yang sesuai.kemudian semua atau hampir semua pelarut diuapkan dan massa atau serbuk yang tersisa diperlakukan sedemikian sehingga memenuhi baku yang ditetapkan.
12. Infusa
Merupakan sediaan cair yang dibuat dengan mengekstraksi simplisia nabati dengan air pada suhu 90 derajat celcius selama 15 menit.
13. Imunoserum (immunosera)
Merupakan sediaan yang mengandung imunoglobulin khas yang diperoleh dari serum hewan dengan pemurnian. Berkhasiat menetralkan toksin kuman (bisa ular0 dan mengikut kuman/virus/antigen.
14. Salep (unguenta)
Merupakan sediaan setengah padat ditujukan untuk pemakaian topikal pada kulit atau selaput lendir. Salep dapat juga dikatakan sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai obat luar. Bahan obat harus larut atau terdispersi homogen dalam dasar salep yang cocok.
15. Suppositoria
Merupakan sedian padat dalam berbagai bobot dan bentuk, yang diberikan melalui rektal, vagina atau uretra,umumnya meleleh, melunak atau melarut pada suhu tubuh. Tujuan pengobatan adalah :
a. Penggunaan lokal -> memudahkan defekasi serta mengobati gatal,iritasi, dan inflamasi karena hemoroid.
b. Penggunaan sistematik -> aminofilin dan teofilin untuk asma,klorpromazin untuk anti muntah,kloral hidrat untuk sedatif dan hipnitif,aspirin untuk analgesik antipiretik.
16. Obat tetes (guttae)
Merupakan sediaan cair berupa larutan,emulsi atau suspensi, dimaksudkan untuk obat dalam atau obat luar. Digunakan dengan cara meneteskan menggunakan penetes yang menghasilkan tetesan setara dengan tetesan yang dihasilkan penetes baku yang disebutkan farmakope indonesia. Sediaan obat tetes dapat berupa antara lain : guttae (obat dalam), guttae oris (tetes mulut), guttae auriculares (tetes telinga), guttae nasales (tetes hidung), guttae opthalmicae (tetes mata).
17. Injeksi (injectiones)
Merupakan sediaan steril berupa larutan,emulsi atau suspensi atau serbuk yang harus dilarutkan atau disuspensikan terlebih dahulu sebelum digunakan, yang disuntikan dengan cara merobek jaringan ke dalam kulit atau melalui kulit atau selaput lendir. Tujuannya agar kerja obat cepat serta dapat diberikan pada pasien yang tidak dapat menerima pengobatan melalui mulut.
Sumber : http://www.dechacare.com/ Add to Cart More Info
1. Pulvis (serbuk)
Merupakan campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan, ditujukan untuk pemakaian luar.
2. Pulveres
Merupakan serbuk yang dibagi bobot yang kurang lebih sama, dibungkus menggunakan bahan pengemas yang cocok untuk sekali minum.Contohnya adalah puyer.
3. Tablet (compressi)
Merupakan sediaan padat kompak dibuat secara kempa cetak dalam bentuk tabung pipih atau sirkuler kedua permukaan rata atau cembung mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa bahan tambahan.
a. Tablet kempa
paling banyak digunakan, ukuran dapat bervariasi, bentuk serta penandaannya tergantung desain cetakan.
b. Tablet cetak
Dibuat dengan memberikan tekanan rendah pada massa lembab dalam lubang cetakan
c. Tablet trikurat
tablet kempa atau cetak bentuk kecil umumnya silindris. sudah jarang ditemukan
d. Tablet hipodermik
Dibuat dari bahan yang mudah larut atau melarut sempurna dalam air. Dulu untuk membuat sediaan injeksi hipodermik, sekarang diberikan secara oral.
e. Tablet sublingual
dikehendaki efek cepat (tidak lewat hati). Digunakan dengan meletakan tablet di bawah lidah.
f. Tablet bukal
Digunakan dengan meletakan diantara pipi dan gusi
g. tablet Effervescent
Tablet larut dalam air. harus dikemas dalam wadah tertutup rapat atau kemasan tahan lembab.
Pada etiket tertulis "tidak untuk langsung ditelan"
h. Tablet kunyah
Cara penggunaannya dikunyah. Meninggalkan sisa rasa enak dirongga mulut, mudah ditelan, tidak meninggalkan rasa pahit atau tidak enak.
4. Pil (pilulae)
Merupakan bentuk sediaan padat bundar dan kecil mengandung bahan obat dan dimaksudkan untuk pemakaian oral. Saat ini sudah jarang ditemukan karena tergusur tablet dan kapsul. Masih banyak ditemukan pada seduhan jamu.
5. Kapsul (capsule)
Merupakan sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut. keuntungan/tujuan sediaan kapsul adalah :
a. menutupi bau dan rasa yang tidak enak
b. menghindari kontak langsung dengan udara dan sinar matahari
c. Lebih enak dipandang (memperbaiki penampilan)
d. Dapat untuk 2 sediaan yang tidak tercampur secara fisis (income fisis), dengan pemisahan antara lain menggunakan kapsul lain yang lebih kecil kemudian dimasukan bersama serbuk lain ke dalam kapsul yang lebih besar.
e. Mudah ditelan
6. Kaplet (kapsul tablet)
Merupakan sedian padat kompak dibuat secara kempa cetak, bentuknya oval seperti kapsul.
7. Larutan (solutiones)
Merupakan sedian cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang dapat larut, biasanya dilarutkan dalam air, yang karena bahan-bahannya,cara peracikan, atau penggunaannya,tidak dimasukan dalam golongan produk lainnya. Dapat juga dikatakan sedian cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang larut, misalnya terdispersi secara molekuler dalam pelarut yang sesuai atau campuran pelarut yang saling bercampur. Cara penggunaannya yaitu larutan oral (diminum) dan larutan topikal (kulit).
8. Suspensi (suspensiones)
Merupakan sedian cair mengandung partikel padat tidak larut terdispersi dalam fase cair. macam suspensi antara lain : suspensi oral (juga termasuk susu/magma),suspensi topikal (penggunaan pada kulit) suspensi tetes telinga (telinga bagian luar),suspensi optalmik,suspensi sirup kering.
9. Emulsi (elmusiones)
Merupakan sediaan berupa campuran dari dua fase dalam sistem dispersi, fase cairan yang satu terdispersi sangat halus dan merata dalam fase cairan lainnya, umumnya distabilkan oleh zat pengemulsi.
10. Galenik
Merupakan sediaan yang dibuat dari bahan baku yang berasal dari hewan atau tumbuhan yang disari.
11. Ekstrak (extractum)
Merupakan sediaan yang pekat yang diperoleh dengan mengekstraksi zat dari simplisisa nabati atau simplisia hewani menggunakan zat pelarut yang sesuai.kemudian semua atau hampir semua pelarut diuapkan dan massa atau serbuk yang tersisa diperlakukan sedemikian sehingga memenuhi baku yang ditetapkan.
12. Infusa
Merupakan sediaan cair yang dibuat dengan mengekstraksi simplisia nabati dengan air pada suhu 90 derajat celcius selama 15 menit.
13. Imunoserum (immunosera)
Merupakan sediaan yang mengandung imunoglobulin khas yang diperoleh dari serum hewan dengan pemurnian. Berkhasiat menetralkan toksin kuman (bisa ular0 dan mengikut kuman/virus/antigen.
14. Salep (unguenta)
Merupakan sediaan setengah padat ditujukan untuk pemakaian topikal pada kulit atau selaput lendir. Salep dapat juga dikatakan sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai obat luar. Bahan obat harus larut atau terdispersi homogen dalam dasar salep yang cocok.
15. Suppositoria
Merupakan sedian padat dalam berbagai bobot dan bentuk, yang diberikan melalui rektal, vagina atau uretra,umumnya meleleh, melunak atau melarut pada suhu tubuh. Tujuan pengobatan adalah :
a. Penggunaan lokal -> memudahkan defekasi serta mengobati gatal,iritasi, dan inflamasi karena hemoroid.
b. Penggunaan sistematik -> aminofilin dan teofilin untuk asma,klorpromazin untuk anti muntah,kloral hidrat untuk sedatif dan hipnitif,aspirin untuk analgesik antipiretik.
16. Obat tetes (guttae)
Merupakan sediaan cair berupa larutan,emulsi atau suspensi, dimaksudkan untuk obat dalam atau obat luar. Digunakan dengan cara meneteskan menggunakan penetes yang menghasilkan tetesan setara dengan tetesan yang dihasilkan penetes baku yang disebutkan farmakope indonesia. Sediaan obat tetes dapat berupa antara lain : guttae (obat dalam), guttae oris (tetes mulut), guttae auriculares (tetes telinga), guttae nasales (tetes hidung), guttae opthalmicae (tetes mata).
17. Injeksi (injectiones)
Merupakan sediaan steril berupa larutan,emulsi atau suspensi atau serbuk yang harus dilarutkan atau disuspensikan terlebih dahulu sebelum digunakan, yang disuntikan dengan cara merobek jaringan ke dalam kulit atau melalui kulit atau selaput lendir. Tujuannya agar kerja obat cepat serta dapat diberikan pada pasien yang tidak dapat menerima pengobatan melalui mulut.
Sumber : http://www.dechacare.com/ Add to Cart More Info
Langganan:
Postingan (Atom)
Product Category
- Obat (1)
- Tips Ala Amie (3)
Labels
- Obat (1)
- Tips Ala Amie (3)