Senin, 09 Januari 2012

Kiat Melindungi Jantung di Usia 20 dan 30 Tahun

Penyakit jantung kini makin banyak diderita orang berusia produktif. Meski begitu sebenarnya penyakit ini bisa dicegah.  Berikut adalah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan jantung.

Di Usia 20 Tahun

- Kurangi kalori

Ganti kebiasaan Anda mengonsumsi yang berkadar gula tinggi seperti minuman bersoda, jus atau sport drink dengan air putih. Penelitian menunjukkan orang yang memperoleh asupan kalori dari gula tambahan biasanya kurang mengonsumsi serat, kalsium, zat besi, dan vitamin dari makanan mereka. Makanan dan minuman yang mengandung banyak gula juga akan menyebabkan kita kegemukan sehingga lebih beresiko pada tekanan darah tinggi dan diabetes.

- Berhenti merokok

Berhenti merokok merupakan langkah utama untuk melindungi jantung. Di usia remaja, merokok dianggap sebagai hal yang keren, namun di usia 20-an, banyak orang yang merokok untuk menghilangkan stres. Menurut Malissa Wood, dari American Heart Association berhenti merokok di usia 20 tahun jauh lebih mudah di banding di usia selanjutnya.

- Ketahui riwayat keluarga

Bila ayah menderita serangan jantung sebelum usia 55 tahun dan ibu sebelum 65 tahun, atau ada anggota keluarga yang mati muda karena penyakit jantung, risiko Anda akan menjadi tinggi.

Di Usia 30 Tahun

- Jaga berat badan

Di usia 30 tahun biasanya tingkat ekonomi seseorang mulai mapan. Pastikan Anda tidak terlena dengan melupakan kesehatan. Lakukan olahraga secara rutin dan jaga asupan kalori.

- Kelola stres

Lakukan aktivitas yang Anda sukai setidaknya 15-20 menit setiap hari. Misalnya saja meditasi, membaca buku, atau bermain bersama hewan peliharaan. Kegiatan yang membuat Anda lebih rileks sangat disarankan untuk meredakan stres.

- Tes kesehatan

Lakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui apakah kadar kolesterol dan gula darah Anda sesuai standar normal. Selain itu ukur pula tekanan darah dan berat badan secara teratur. Konsultasikan pada dokter langkah-langkah yang diperlukan bila hasil pemeriksaan Anda di luar batas normal.

SUMBER : http://www.dechacare.com/
Add to Cart More Info

Data 7 Makanan Pendongkrak Daya Tahan Tubuh

1. Tiram

Benarkah tiram mengandung zat yang merangsang birahi, atau meningkatkan
kekebalan tubuh? Mungkin keduanya benar. Tiram mengandung mineral seng
(zinc). Penelitian menunjukkan, asupan seng yang rendah berkaitan
dengan infertilitas pria. Selain itu, kandungan mineral seng dalam
tiram memiliki efek antivirus. Meski penelitian belum dapat menjelaskan
prosesnya, mineral seng terbukti berperan besar dalam sistem imun,
termasuk dalam penyembuhan luka.
 
2. Semangka

Selain mengandung banyak cairan dan menyegarkan, semangka yang telah
matang juga memiliki kandungan antioksidan dan glutathione yang tinggi.
Glutathione dikenal dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh
sehingga dapat memerangi infeksi. Glutathione sendiri ditemukan dalam
daging buah semangka yang merah.

3. Kubis


Selain semangka, kubis juga merupakan salah satu sumber glutathione
yang berguna memperkuat sistem kekebalan. Kubis mudah ditemukan di
setiap musim dan harganya murah. Cobalah menambahkan beberapa jenis
kubis (putih, merah, china) pada sup dan minuman untuk meningkatkan
nilai gizi dan sumber antioksidan dalam makanan Anda.

4. Kacang Almond

Tahukah Anda, bila mengalami stres, maka hal itu sama artinya dengan
menurunkan kekebalan tubuh? Cobalah segenggam almond untuk
mengatasinya. Anda disarankan mengonsumsi 1/4 cangkir almond karena
dalam takaran tersebut sudah mengandung 50 persen dari jumlah vitamin E
yang dibutuhkan tubuh untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan.
Almond juga mengandung riboflavin dan niacin, vitamin B yang dapat
membantu Anda bangkit kembali dari dampak stres.

5. Jeruk Grapefruit

Kandungan vitamin C dalam grapefruit sangat tinggi dan baik untuk
tubuh. Namun, hingga saat ini, riset belum dapat membuktikan bahwa Anda
dengan mudah mencukupi kebutuhan vitamin C melalui makanan saja, tanpa
suplemen, untuk membantu mengobati flu atau pilek. Meski begitu, jeruk
grapefruit dapat menjadi pilihan karena mengandung flavonoid (senyawa
kimia alami yang berguna meningkatkan sistem kekebalan tubuh). Tidak
suka jeruk grapefruit? Anda bisa coba jeruk biasa atau tangerin (jeruk
keprok).

6. Wheat Germ

Wheat germ adalah bagian inti dari benih gandum yang kaya akan zat
gizi. Kandungan yang terdapat di wheat germ di antaranya adalah mineral
seng, antioksidan, dan vitamin B; serta vitamin dan mineral penting
lainnya. Wheat germ juga mengandung campuran serat, protein, dan
beberapa lemak yang baik.

7. Yoghurt Rendah Lemak

Secangkir yoghurt setiap hari dapat menghindari tubuh Anda dari
kedinginan. Carilah label yoghurt yang menuliskan "bakteri hidup dan
kultur aktif". Beberapa peneliti percaya bahwa yoghurt dapat merangsang
sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit. Selain itu, studi
terbaru tentang vitamin D terbaru telah menemukan hubungan antara kadar
vitamin D rendah dan meningkatnya risiko kedinginan dan terkena flu.

Sumber : http://www.dechacare.com/ 
Add to Cart More Info

10 Makanan Tersehat

1. Lemon Mengapa sehat? Di dalam buah ini terdapat lebih dari 100 persen vitamin C yang kita butuhkan setiap hari. Vitamin C berfungsi meningkatkan kadar kolesterol “baik” HDL dan memperkuat tulang. Plus, flavonoid yang terkandung dalam lemon bisa menekan pertumbuhan sel kanker dan berperan sebagai senjata antiperadangan. Tips: Tambahkan potongan lemon dalam teh hijau. Sebuah studi dari Purdue Univrsity menemukan, citrus mampu menaikkan kemampuan tubuh menyerap antioksidan dalam teh hingga 80 persen.

2. Brokoli Mengapa sehat? Satu tangkai brokoli ukuran sedang mengandung lebih dari 100 persen vitamin K yang dibutuhkan setiap hari, dan hampir 200 persen dosis vitamin C yang dianjurkan. Kedua nutrisi ini sangat penting dalam pembentukan tulang kita. Porsi brokoli yang sama juga mampu menjadi tameng kanker yang ampuh.
Tips:  Gunakan microwave untuk mempertahankan 90 persen kandungan vitamin C dalam brokoli. Teknik mengukus atau merebus hanya dapat bisa mempertahankan nutrisi sebanyak 66 persen.

3. Cokelat hitam Mengapa sehat? Mengonsumsi 7 gram cokelat hitam setiap hari bisa menurunkan tekanan darah. Bubuk kakao sangat kaya akan flavonoid, yaitu antioksidan yang baik dalam menekan kolesterol “jahat” LDL dan meningkatkan kolesterol “baik” HDL.
Hal ini dibuktikan dalam studi yang dipublikasikan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry yang melaporkan bubuk kakao yang dijual kini memiliki flavonoid delapan kali lebih banyak dibandingkan kokoa konvensional. Tips: Cokelat hitam batangan mengandung 53,5 mg flavonoid, sedangkan cokelat susu batangan hanya memiliki flavonoid kurang dari 14 mg.

4. Kentang Mengapa sehat? Kentang merah memiliki 66 mikrogram folat pembentuk sel, yang sama jumlahnya dengan yang ditemukan dalam 30 gram bayam dan 91 gram brokoli. Dalam satu buah ubi manis mengandung vitamin A lebih banyak delapan kali lipat dari kebutuhan harian kita. Vitamin ini bermafaat melawan kanker dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Tips: Biarkan kentang dingin terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Penelitian menemukan kebiasaan ini akan membantu kita membakar lemak lebih banyak 25 persen usai makan.

5. Salmon Mengapa sehat? Sumber daya alam dari laut ini sangat kaya akan kandungan asam lemak Omega-3 yang berkhasiat menurunkan risiko depresi, penyakit jantung, dan kanker. Menyantap 85 gram salmon sudah dapat memberikan 50 persen niacin yang dibutuhkan per hari. Niacin berfungsi melindungi kita dari serangan alzheimer dan pikun. Tips: Untuk hasil yang maksimal, pilih salmon liar ketimbang yang dibudidayakan.

6. Kenari Mengapa sehat? Kenari mengandung asam lemak Omega-3, penurun kolesterol, paling banyak dari kelompok kacang yang lain. Plus, Omega-3 juga didaulat sebagai peningkat mooddan pelawan kanker. Tips: Asup sedikit kacang kenari sebagai makanan penutup. Kandungan antioksidan melatonin dalam kenari akan membantu mengatur jam tidur kita.

7. Avokad Mengapa sehat? Lemak dalam avokad terbukti sehat dan dapat menurunkan koleterol hingga 22 persen. Satu buah avokad memiliki lebih dari 50 persen serat dan 40 persen folat yang kita perlukan setiap hari, yang nantinya akan menekan risiko penyakit jantung. Tips: Menambahkan avokad dalam piring salad akan meningkatkan penyerapan nutrisi kunci, seperti beta-karoten, hingga 3-5 kali dibandingkan salad tanpa avokad.

8. Bawang putih Mengapa sehat? Rempah satu ini punya kekuatan pelawan penyakit yang ampuh, bawang putih mampu menekan perkembangan bakteri, termasuk Ecoli. Kandungan allicin dalam bumbu masak ini bekerja sebagai zat antiperadangan dan membantu menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah.
Tips: Hancurkan bawang putih segar untuk mendapatkan allicin terbaik. Jangan terlalu lama, paparan suhu panas lebih dari 10 menit akan membuat nutrisi baik dalam bawang putih menghilang.

9. Bayam Mengapa sehat? Lutein dan zeaxanthin dalam bayam merupakan dua antioksidan peningkat sistem imun ini sangat baik bagi kesehatan mata. Studi yang dilakukan di Center for Eye Research di Australia menemukan, diet kaya kedua nutrisi di atas akan menurunkan risiko katarak. Dibanding semua buah dan sayuran pelawan kanker, bayam adalah salah satu “senjata” paling efektif.
Tips:  Karena tidak berasa, tambahakan bayam dalam smoothie. Cara: campurkan 30 gram bayam, 110 gram wortel parut, 1 buah pisang, 1 cangkir jus apel dan es batu dalam blender hingga tercampur rata.

10. Polong-polongan Mengapa sehat? Mengonsumsi satu porsi polong-polongan (kacang polong, lentil) empat kali seminggu bisa menurunkan risiko penyakit jantung hinga 22 persen. Kebiasaan yang sama juga bisa menurunkan risiko kanker payudara.
Tips: Semakin gelap warnanya, semakin banyak pula kandungan antioksidan dalam polong-polongan tersebut. Sebuah studi menemukan, kacang berwarna hitam mengandung antioksidan 40 kali lebih banyak dibanding kacang berwarna putih.

Sumber : http://www.dechacare.com/
Add to Cart More Info